Bangkit dari Rasa Kecewa - Hafizh

Bangkit dari Rasa Kecewa



Setiap orang pasti mengharapkan sesuatu yang dia inginkan. Tetapi, keinginan-keinginan tersebut banyak yang tidak sesuai harapan. Apa yang menjadi kenyataan nyatanya tidak seindah apa yang diharapkan. Keinginan yang tidak terwujud itu membuat orang yang mengharapkannya menjadi kecewa.

Melampiaskan kekecewaan setiap orang berbeda, ada yang hanya berdiam diri, ada yang mencurahkan kekecewaannya di sosial media, bahkan menceritakannya kepada orang lain yang dekat dengannya.

Saya pun pernah merasakan kekecewaan ini. Yang pertama adalah saat saya memimpikan sekolah favorit di kota yang terkenal dengan kota pelajar namun tidak berhasil dan berujung dengan munculnya sebuah kekecewaan yang mendalam.

Yang kedua adalah saat pengumuman pembagian kuota SNMPTN, walaupun sudah berkata pada diri sendiri untuk tidak terlalu berharap, nyatanya saat pengumuman tiba dan muncul notifikasi bahwa saya tidak lolos kuota, seketika itu pula kekecewaan yang sudah pernah terjadi kembali muncul.

Saat ketiga kalinya, kekecewaan itupun berlanjut saat saya memimpikan bisa masuk ke universitas terbaik di kota ini.Namun, hasilnya lagi-lagi hanya kekecewaan, tidak seperti apa yang saya harapkan.

Tetapi, apakah kekecewaan itu akan terbawa terus seiring berjalannya waktu? Tentu tidak kan? Bagi saya, kekecewaan yang saya dapat adalah sebuah motivasi agar lebih baik walaupun tidak mendapat apa yang diinginkan. Dalam Surat Al-Baqarah : 216, Allah SWT berfirman, “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Oleh karena itu, saya mencoba untuk tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Lebih baik ikhlas menerima apa yang sudah diberikan kepada kita dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita sehingga kedepannya menjadi lebih baik.

“Ada banyak hal yang hanya bisa diharapkan, tetapi tidak bisa didapatkan.” Hal tersebut memang benar jika kita tidak benar-benar serius berjuang untuk mendapatkannya. Usaha dan doa adalah komponen utama yang bisa membawa kita kepada sesuatu hal yang juga baik untuk kita. Apabila sudah berdoa dan berusaha tetapi belum mendapatkan apa yang diinginkan, lebih baik ikhlas menerima karena apa yang sudah diberikan kepada kita adalah hal yang terbaik untuk kita.

Kekecewaan itu bisa datang kapan saja dan dimana saja tidak kenal waktu. Lebih baik kita mempersiapkan diri dan menguatkan diri agar tidak kecewa apabila sesuatu yang kita inginkan tidak terwujud. Boleh kalian kecewa untuk beberapa saat, namun harus bangkit dari keterpurukan tersebut.

Saat ini saya berusaha untuk menikmati dan mensyukuri apa yang sudah diberikan kepada saya dan itulah yang seharusnya memang saya lakukan.

~
-fzh-
Based on true story.

0 Komentar untuk "Bangkit dari Rasa Kecewa"

Post a Comment

Harap diperhatikan, silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak melakukan hal berikut;
1. Menyertakan link aktif
2. Berkomentar yang mengandung SARA dan SARU
3. Berjualan pada kolom komentar

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel